Ferdy Sambo, Media Massa dan Popularitas

Ferdy Sambo
Ferdy Sambo saat berada didepan awak media beberapa waktu yang laluu (kompas.com)

Terasikip.com – Nama Ferdy Sambo sejak sebulan terakhir banyak menjadi perbincangan publik baik di dunia nyata maupun maya. Nama Ferdy Sambo terseret pada perbincangan pertama setelah berita media massa dengan judul ‘Polisi Tembak Polisi’. Faktanya dari kasus tersebut jauh dari seperti apa yang terjadi pada judul awal tadi, dimana kasus tersebut mulai berkembang kemana-kemana, mulai dari citra kepolisian Indonesia yang memburuk, dugaan pelecehan seksual dari bawahan keatasan, hingga, isu judi daring yang diduga dikelola oleh oknum polisi dibawah koordinasi Ferdy Sambo.

Secara profil, Ferdy Sambo merupakan Inspektur Jendral Polisi lulusan Akademi Kepolisian pada tahun 1994 lalu, ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka pada kasus pembunuhan Brigadir J. sebelumnya Ferdy Sambo juga menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri di tahun 2019, serta dipromosikan menjadi Kadiv Propam pada tahun 2020, dan hinggan dimutasi sebagai Pati Yanma Polri ditahun 2022.

Profil Ferdy Sambo yang merupakan publik figur serta pejabat tinggi pada salah satu institusi terpenting di negara Indonesia yakni Kepolisian Republik Indonesia, menjadikan salah satu nilai berita/informasi yaitu Prominence (baca: tenar) menjadi terpenuhi dan punya potensi, sehingga media massa baik media sosial berbondong-bondong untuk memproduksi, menyajikan, mencari, mengkonsumsi konten pemberitaan yang berkaitan dengan nama Ferdy Sambo.

Peran Vital Media Massa di Ruang Publik

Hasil pantauan Litbang Kompas, dimana besarnya kasus yang terjadi pada institusi Polri, khusus dengan keyword ‘Sambo’ nyatanya juga dimanfaatkan oleh sejumlah pihak dalam menaikan popularitas akun hingga pengangkatan isu lama dalam mewakili berbagai kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa dalam isu-isu tingkat nasional, media massa selalu mempunyai dalam memainkan peran vital pada ruang publik.

Baca juga:  Resolusi Jihad dan Narasi Pembungkaman Sejarah

Laporan pantauan media sosial tersebut, kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo menjadi top conversations dan percakapan kasus tersebut juga tambah kencang di jagad maya setelah percakapan dari akun-akun berpengaruh atau milik influencers. Hasilnya adalah, dari lima percakapan teratas, dimana empat diantaranya dari unggahan konten berita media massa daring. Akun-akun media massa tersebut mejadi konten yang laris dalam mengaet netizen.

Hal tersebut juga terjadi pada sederet top influencers dimana dari 10 akun paling berpengaruh, delapan akun medsos dari media massa daring. Pada hal ini, anomaly terjadi pada unggahan podcast oleh akun Deddy Corbuzier pada kanal Youtube dengan berada diurutan ketiga top influencers, dimana saat itu Deddy Corbuzier mengundang Mahfud MD dalam pembahas perkembangan kasus kematian Brigadir J, hingga 18 Agustus 2022 konten tersebut telah diputar sebanyak 7,7 juta kali serta menghasilkan 237,3 juta interaksi yang terjadi pada warganet.

Ferdy Sambo
Infografik Lima Akun Paling Populer Terkait Ferdy Sambo (terasikip.com)

Dalam hal ini, pada laporan tersebut bahwa besarnya atensi warganet pada kasus Ferdy Sambo tersebut bukan semata-mata karena hanya keingintahuan atau memonitor jalannya kasus, namun media massa daring dan media sosial juga turut menyuguhkan sajian konten dalam kasus tersebut secara intensif. Contohnya misal, dalam kurun delapan hari saja Tribunnews telah mengunggah 395 konten video narasi singkat dikanal Youtubenya. Berartl pihak Tribunnews dalam satu hari setidaknya memproduksi 49 konten berita semacam itu.

Baca juga:  Usulan Dasar Negara Ir Soekarno dan Perubahan Piagam Jakarta

Pemanfaatan dalam jalannya kasus Ferdy Sambo ini banyak digunakan oleh akun-akun media massa sebagai bahan konten pemberitaan serta diunggah secara massif, banyaknya konten yang sudah diunggah pada masing-masing kanal berita juga turut diposting ulang pada platform lain seperti Twitter, Youtube, maupun lainnya.

Popularitas Kasus Ferdy Sambo

Perjalanan kasus tragedi pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dan beberapa pihak lainnya terlah berjalan lebih dari kurun sebulan, hal itu menjadikan kata kunci “Sambo” pada pencarian internet semakin meningkat, dimana pendekatan kualitatif dengan melihat kata kunci yang familiar kerap kali digunakan oleh para masyarakat saat sedang berselancar di internet.

Dalam kurun delapan hari saja, kata kunci “Sambo” tersebut telah menghasilkan 499.200 interaksi serta pemberitaan media daring, dan hal itu juga menghasilkan 5,6 juta interaksi antarpengguna medsos. Bahkan dalam isu-isu nasional sebelumnya, kasus Ferdy Sambo ini mengalahkan isu perdebatan nama Jakarta Internasional Stadium, dan isu konflik agrarian Desa Wadas, Jawa Tengah.

Tidak hanya itu, laporan dari Litbang Kompas terkait kasus Sambo juga menuliskan tingkat popularitas percakapannya di medsos jauh lebih tinggi dari perbincangan perihal pencalonan Prabowo Subianto sebagai kadidat capres 2024. Kasus Sambo memang banyak menyita perbincangan yang cukup lama di jagad maya, selain yang diawal tadi kasus Sambo juga mengalahkan perbincangan penyanyi cilik asal Banyuwangi, Farel Prayoga yang menyanyi di acara HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia juga turut tenggelam oleh perbincangan kasus yang terjadi ditubuh Polri.

Baca juga:  Cara Membuat Artikel Ilmiah Sederhana Bagi Pemula

Uniknya dalam perbincangan kasus pembunuhan Brigadir J ini, dimana percakapan isu tersebut dari hari ke hari cukup konsisten, bahkan akun bot atau buzzer tidak cukup berpengaruh dalam membentuk percakapan yang terjadi di internet lewat percakapan yang terjadi di media sosial. Hal itu ditunjukkan bahwa isu pembunuhan atau perbincangan tersebut terbentuk secara organik dimana menjadi perhatian banyak masyarakat secara luas dan media daring.    

Ali Bisri
Pelaksana Harian Terasikip.com