Pendiri Google Batal Investasi dengan Elon Musk

Google
Sergey Brin salah satu pendiri Google sedang berpolemik dengan Elon Musk bos Tesla (Getty Image).

Terasikip.com – Google selaku perusahaan digital terbesar di dunia sedang bermasalah dengan perusahaan Elon Musk, dimana Sergey Brin yang merupakan salah dari pendiri Google membatalkan investasinya di perusahaan bos Tesla tersebut.

Hal tersebut dilakukan oleh Brin selaku pendiri Google setelah Elon Musk diduga berselingkuh dengan istrinya yakni Nicole Shanahan, dengan meminta penasihat keuangannya untuk melepas investasinya yang ada di perusahaan Elon Musk.

Seperti dikutip dari The Wrap, Senin (25/7/2022) mengabarkan bahwa salah satu pendiri Google tersebut berinvstasi disejumlah perusahaan Musk, seperti Tesla, SpaceX, Neuralink, dan The Boring Company.

Jejak investasi Brin pada perusahaan Musk melalui anggota dewan Alphabet Inc. tersebut mencapai angka US$500 ribu kepada Tesla pada tahun 2008, serta melalui Google dan Findelity juga menaruh investasi sebesar US$1 miliar pada perusahaan SpaceX yang juga milik Elon Musk pada tahun 2015.

Atas kejadian tersebut Brin telah mengajukan perceraian dari Shanahan pada awal Januari lalu, perselingkuhan tersebut antara Musk dan istrinya disebut menjadikan hubungan Brin dan Elon Musk menjadi retak dan berimbas pada keputusan penarikan investasi pada perusahaan Musk.

Polemik Elon Musk Sebelum dengan Google:

Jejak Elon Musk juga terjadi pada rencana pembelian Twitter dimana sebelumnya Musk juga memutuskan untuk mengakusisi perusahaan Twitter tersebut senilai US$44 miliar yang kemudian ia batalkan. Kemudian Twitter menuntut Elon Musk untuk melanjutkan kesepakatan untuk membeli perusahaan sosial media tersebut.

Baca juga:  Menjadi Mahasiswa yang Ideal Review Buku Soe Hok Gie “Catatan Seorang Demonstran”

Polemik antara Elon Musk dan Twitter kemudian diputuskan oleh hakim Pengadilan Negeri Delaware AS, pada pemeriksaan pendahuluan atau hearing pada Selala (19/7/2022) dan diperintahkan untuk menjalani peradilan pada Oktober 2022 mendatang.

Seperti diberitakan oleh Reuters pada Selasa (19/7/2022) Kathaleen McCormick selaku hakim pada persoalaan tersebut akhirnya memutuskan persidangan atas gugatan Twitter pada Elon Musk dimulai pada Oktober 2022, dimana waktu tersebut satu bulan dari permintaan perusahaan media sosial tersebut.

Sebelumnya pihak Twitter dan Elon Musk sama-sama mengajukan proposal mengenai tanggal persidangan. Dimana pihak Elon Musk meminta hakim untuk melakukan persidangan pada Februari 2023 selama dua pekan, sementara pihak Twitter mengajukan sekaligus meminta empat hari persidangan pada akhir September 2022 mendatang.

Ali Bisri
Pelaksana Harian Terasikip.com