BEM UM 2023 Optimalkan Potensi Usaha Bunga Telang Melalui Bina Desa Berdikari 2023

BEM UM 2023 Optimalkan Potensi Usaha Bunga Telang Melalui Bina Desa Berdikari 2023

Terasikip.com – Kementerian Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang (BEM UM) 2023, mengadakan program Bina Desa Berdikari di Kelurahan Mulyorejo, Rukun Warga 02, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Program tersebut diadakan selama tiga hari, di mulai dari Jumat, 22 September 2023 hingga Minggu, 24 September 2023. Program Bina Desa Berdikari mengusung tema “Optimalisasi Usaha Budidaya Bunga Telang dalam Mewujudkan Kelurahan Mulyorejo yang Mandiri, Inovatif, dan Harmoni”. Program ini mendorong partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi usaha budidaya bunga telang yang menjadi produk unggulan di Kelurahan Mulyorejo.

Syahrul Al-Givari selaku Ketua Pelaksana Bina Desa Berdikari menyebutkan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan usaha budidaya bunga telang sekaligus memberdayakan masyarakat dengan mengembangkan kreativitas masyarakat.

“Bina desa berdikari ini tujuannya yang pertama itu mengembangkan usaha budidaya bunga telang milik masyarakat Kelurahan Mulyorejo dengan optimalisasi digital, mengembangkan kreativitas masyarakat sebagai sarana untuk membuat usaha mereka, dan juga memberikan pengajaran pendidikan keagamaan kepada anak-anak dan membantu masyarakat secara keseluruhan” ujarnya.

Program Bina Desa Berdikari dimulai dengan pembukaan acara yang dihadiri oleh perwakilan Lurah Mulyorejo Kelurahan Mulyorejo, Pengelola Bunga Telang Pendi Heriono, Ketua RW 02 Ashari beserta Ibu RW Lestyaning J, Kepala TPQ Baitul Muttaqin Tatok Suprapto S.Sos, dan perwakilan Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Muhammad Fatihul Huda selaku Menteri Koordinator Sosial dan Lingkungan Hidup BEM UM 2023.

Perwakilan dari Lurah Mulyorejo menyampaikan harapannya bagi Program Bina Desa Berdikari yang dilaksanakan di Kelurahan Mulyorejo.

Baca juga:  Menjelang PKKMB UM 2022, Jas Almamater Mahasiswa Baru Belum Dibagikan

“Alhamdulillah di sini memang sudah ada produk unggulan, produk bunga telang itu yang sudah banyak mengikuti lomba-lomba baik tingkat provinsi maupun tingkat kota. Nanti ke depan, dengan kehadiran mahasiswa ini akan lebih bisa dioptimalkan dan dikembangkan.” ujar perwakilan dari Lurah Mulyorejo.

Acara hari pertama ditutup dengan kegiatan mengajar di TPQ Baitul Muttaqin Mulyorejo, dengan materi kisah para Nabi. Harapannya dengan materi tersebut anak-anak TPQ mampu mencontoh perilaku serta mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.

Adapun hari kedua Bina Desa Berdikari 2023 dimulai dengan kajian kitab safinatun najah yang dilaksanakan ba’da subuh di Masjid Baitul Muttaqin bersama Ustadz Salam dan dilanjutkan dengan kegiatan senam di Panggung Bunga Telang. Acara kemudian disambung dengan lomba bersama anak-anak Kelurahan Mulyorejo bersamaan dengan dilaksanakannya kegiatan pembuatan tote bag tie dye bersama ibu-ibu Kelurahan Mulyorejo. Antusias yang luar biasa diberikan oleh anak-anak yang mengikuti berbagai lomba seperti lomba memasukan paku ke dalam botol, memindahkan gelas, dan lomba memindahkan sedotan. Semangat ibu-ibu dalam mengikuti kegiatan pembuatan tote bag tie dye pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Kegiatan pembuatan tote bag tie dye sendiri merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan kreativitas ibu-ibu di Kelurahan Mulyorejo.

“Kegiatan seperti ini itu refreshing bagi ibu-ibu, jadi tidak hanya soal dapur saja” ujar ibu Edo salah satu peserta pembuatan tote bag tie dye.

Acara hari kedua ditutup dengan nonton bersama film Miracle in Cell No.7 bersama masyarakat Kelurahan Mulyorejo.

Baca juga:  Menjadi Mahasiswa yang Ideal Review Buku Soe Hok Gie “Catatan Seorang Demonstran”

Di samping kegiatan bersama masyarakat Kelurahan Mulyorejo, di hari kedua, Panitia Program Bina Desa Berdikari melakukan pengambilan video produk bunga telang sebagai alternatif dalam optimalisasi digital hasil produksi bunga telang.

Pada hari ketiga, acara dimulai dengan kegiatan kajian kitab ta’lim muta’alim yang dilaksanakan bada subuh di masjid Baitul Muttaqin bersama Ustadz Imam Hanafi, dilanjutkan senam bersama ibu-ibu Kelurahan Mulyorejo. Kemudian, acara dilanjut dengan kegiatan penanaman pohon, dan terakhir, masyarakat Kelurahan Mulyorejo RW 02 mengikuti kegiatan penutupan sekaligus awarding bagi pemenang lomba dan tote bag tie dye terfavorit.

Kegiatan penanaman pohon bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus menghijaukan Kelurahan Mulyorejo. Bina Desa Berdikari mendapatkan bibit pohon sebanyak 25 bibit dari Perum Jasa Tirta dan UM Green Campus sebanyak 30 bibit.

Terakhir, acara penutupan dihadiri oleh Lurah Mulyorejo Kelurahan Mulyorejo, Siswanto Heru Supardi, S.Sos, MM., pengelola bunga telang Pendi Heriono, Ketua RW 02 Ashari beserta Ibu RW Lestyaning J, dan Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Muhammad Yusril Hana.

Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam kesempatannya menyampaikan terima kasih kepada Kelurahan Mulyorejo, RW 02, serta masyarakat Kelurahan Mulyorejo atas kesempatannya untuk melaksanakan program Bina Desa Berdikari di Kelurahan Mulyorejo.

“Saya mewakili dari BEM Universitas Negeri Malang, pertama mengucapkan banyak terima kasih, kepada Bapak Lurah, Bapak RW, dan seluruh masyarakat Kelurahan Mulyorejo atas kesempatan yang telah diberikan untuk melaksanakan kegiatan Bina Desa Berdikari.” ujar Yusril Hana, selaku Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Baca juga:  Daftar Kopi Khas Malang dan Sejarahnya yang Perlu Kamu Ketahui

Ketua RW 02, Ashari, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya program Bina Desa Berdikari 2023 di Kelurahan Mulyorejo, RW 02. Beliau berharap melalui program ini promosi produk bunga telang dapat semakin meningkat

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kegiatan adik-adik mahasiswa dari Universitas Negeri Malang untuk mensosialisasikan kepada khalayak umum tentang bunga telang. Saya berharap adik-adik dapat seterusnya membantu untuk memasarkan di luar Kota Malang maupun di Kota Malang” ucap Ketua RW 02.

Selanjutnya, Lurah Mulyorejo, Siswanto Heru Supardi, S.sos, MM., mengucapkan harapannya untuk program Bina Desa Berdikari 2023.

“Semoga ilmu yang sudah diberikan bisa membawa hasil, dan nantinya ketika kembali ke Universitas Negeri Malang bisa diterapkan ke adik-adiknya, dan kedepannya jika ada kerja sama dengan Kelurahan Mulyorejo akan kami buka dengan sepenuh hati” ujarnya.

Dari program Bina Desa Berdikari, Lurah Mulyorejo, Siswanto Heru Supardi, S.sos, MM, berharap ke depannya akan ada lebih banyak kolaborasi maupun kerja sama antara Kelurahan Mulyorejo dengan Universitas Negeri Malang.

Program ini ditutup dengan penyerahan vandel oleh Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Muhammad Yusril Hana, kepada Lurah Kelurahan Mulyorejo, Siswanto Heru Supardi, S.sos, MM., penyerahan sertifikat oleh Ketua Pelaksana, Syahrul Al-Givari, kepada pengelola bunga telang, Pendi Heriono, dan penyerahan bibit tanaman oleh Menteri Koordinator Sosial dan Lingkungan BEM UM 2023, Muhammad Fatihul Huda, kepada Ketua RW 02, Ashari.

Penulis: Alya Ryanti Fitjriyah, Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup BEM UM 2023

DOKUMENTASI

BEM UM 2023 Optimalkan Potensi Usaha Bunga Telang Melalui Bina Desa Berdikari 2023 BEM UM 2023 Optimalkan Potensi Usaha Bunga Telang Melalui Bina Desa Berdikari 2023 BEM UM 2023 Optimalkan Potensi Usaha Bunga Telang Melalui Bina Desa Berdikari 2023